Showing posts with label NGAJI HIKAM 6 - 10. Show all posts
Showing posts with label NGAJI HIKAM 6 - 10. Show all posts

Thursday, 22 October 2015

KAJIAN KITAB HIKAM 10





AMALAN dzahir ADALAH KERANGKA

SEDANGKAN rohnya ADALAH IKHLAS

YANG TERDAPAT DENGAN
TERSEMBUNYI DALAM AMALAN ITU.





Amal lahiriah digambarkan sebagai
batang tubuh dan ikhlas

Tuesday, 20 October 2015

KAJIAN KITAB HIKAM 9

HIKAM 9



Kang Ulil menulis di fp facebooknya :

SEGALANYA BERMULA

 DARI HATI KITA

Syekh Ibn Ataillah berkata:
Tawwa’at ajnas al-a’mal bi tanawwu’ waridat al-ahwal.
Terjemahannya:
Amal dan pekerjaan kita berbeda-beda kualitas dan jenisnya  karena perbedaan keadaan spritual yang kita alami.

Kebijaksanaan Ibn Ataillah yang sangat sederhana ini memiliki makna yang mendalam. Saya akan mengupasnya dari sudut pengertian yang umum atau awam, dan pengertian yang khusus.
Pengertian awam. Apa yang ada dalam hati dan batin kita menentukan jenis-jenis pekerjaan yang kita lakukan. Pekerjaan kita mencerminkan suasana hati kita. Pekerjaan lahir hanyalah seperti baju luar. Ia tidak berdiri sendiri, melainkan ditentukan oleh pikiran, hati dan niat kita.

KAJIAN KITAB HIKAM 8


JIKA Tuhan membukakan BAGIMU JALAN UNTUK MAKRIFAT, MAKA JANGAN hiraukan TENTANG amalmu YANG MASIH SEDIKIT KARENA ALLAH SWT TIDAK MEMBUKA JALAN TADI MELAINKAN Dia berkehendak MEMPERKENALKAN DIRI-NYA PADA KAMU.


Kalam-kalam Hikmah yang diuraikan sebelumnya mengajak kita merenung secara mendalam tentang pengartian amal, Qada dan Qadar, kehendak dan ikhtiar, doa dan janji Allah, yang semuanya itu mendidik rohani agar melihat kecilnya apa yang datangnya dari hamba dan betapa besar pula apa yang dikaruniai oleh Allah Rohani yang terdidik begini akan membentuk sikap beramal tanpa melihat kepada amalan itu sebaliknya melihat amalan itu sebagai karunia Allah yang wajib disyukuri. Orang yang terdidik seperti ini tidak lagi membuat klaim kepada Allah tetapi membuka hati nuraninya untuk menerima taufik dan hidayat dari Allah

KAJIAN KITAB HIKAM 7

postingan saya malam ini copas dari syarah hikam,

selamat membaca ya......

pengartian JANJI ALLAH SWT

JANGAN SAMPAI MERAGUKAN KAMU TERHADAP JANJI ALLAH KARENA TIDAK terlaksana apa yang telah dijanjikan,
 MESKIPUN TELAH TERTENTU (TIBA) masanya, SUPAYA KERAGUAN ITU TIDAK merusakkan MATA HATI KAMU 
DAN TIDAK memadamkan cahaya SIR (RAHASIA ATAU BATIN) KAMU.


Allah s.w.t menjanjikan untuk menerima semua doa. 
Hamba sudah sangat kuat dan sering berdoa. 
Hamba mendoakan agar diselamatkan dari sesuatu musibah.
 Masa musibah itu sampai sudah tiba tetapi keamanan dari tidak
 tiba.
 Timbul keraguan dalam hati hamba itu tentang janji-janji
 AllahSebagian orang beriman diuji dengan penerimaan atau 
penolakan doa dan sebagian yang lain diuji dengan tertunai
 atau tertahan janji Allah Janji Allah ada dalam bentuk 
umum dan ada dalam bentuk khusus. 

Monday, 19 October 2015

KAJIAN KITAB HIKAM 6

NGAJI HIKAM #6 oleh Kang Ulil Abshar Abdalla. Beliau berkata ;


Bismillahirtahmanirrahim
Mari kita mulai ngaji Hikam malam ini dengan membaca Fatehah untuk Syekg Ibn Ataillah (qs), untuk ayah dan guru saya Kiai Abdullah Rifai, dan ibu saya Nyai Salamah.
Mari kita mulai ngaji Hikam seri ke-6. Bismillah...
--------------------------------

KEHENDAK KECIL, KEHENDAK BESAR

Syekh Ibn Ataillah berkata:
لا يكُنْ تأَخُّر أمَدِ العَطَاءِ معَ الإلحَاحِ فى الدُّعَاءِ مُوجِبًا لِيَأْسِك . فهُو ضَمِن لكَ الإجَابَةَ فيْما يـخْتارُهُ لكَ ، لا فيْما تخْتارُهُ لِنفْسِك ، وَفِى الوَقْت الَّذى يُرِيدُ لا فى الوَقْتِ الَّذى تُرِيدُ .

La yakun ta'akh-khuru amadil 'atha'i ma'a al-ilhahi fi al-du'ai mujiban li ya'sika, fahuwa damina laka al-ijabata fi-ma yakhtaru laka, la fi-ma takhtaru li-nafsika, wa fil-waqti al-ladzi yuridu la fil waqti al-ladzi turid.

Terjemahannya: