Showing posts with label NGAJI HIKAM 1 - 5. Show all posts
Showing posts with label NGAJI HIKAM 1 - 5. Show all posts

Monday, 19 October 2015

KAJIAN KITAB HIKAM 5

Kang Ulil Abshar-Abdalla menuliskan di fp-nya

NGAJI HIKAM #5




Bismillahirrahmanirrahim...

Mari kita mulai Ngaji Hikam malam ini dengan
menghadiahkam Fatehah kepada Syekh Ibn
Ataillah (semoga ruhnya disucikan Tuhan),
kepada ayah dan guru saya Kiai Abdullah Rifai,
dan ibu saya Nyai Salamah.
Yang memiliki syarah Hikam karya Syekh Ibn
Ajibah, Iqadzul Himam, yang kita kaji malam ini
ada di hal. 39 (edisi Dar al-Maarif, Kairo).
Mari kita mulai ngaji Hikam. Bismillah...
--------------------



ELING LAN WASPADA

KAJIAN KITAB HIKAM 4

Ulil Abshar-Abdalla Menulis dalam fp-nya


NGAJI HIKAM #4

Bismillahirrahmanirrahim.

Mari kita mulai Ngaji Hikam dengan membaca
Fatehah untuk Syekh Ataillah, untuk ayah dan
sekaligus guru saya Kiai Abdullah Rifai, dan ibu
saya Nyai Salamah.
Bismillah...
---------------------




SUMELEHLAH, JANGAN KEMRUNGSUNG!

Sunday, 18 October 2015

KAJIAN KITAB HIKAM 3


Kang Ulil Abshar Abdalla menuliskan dalam fans page facebooknya ;




Bismillahirrahmanirrahim

Sebelum mulai ngaji Hikam, mari kita

hadiahkan al-Fatehah kepada pengarang

Hikam Syekh Ibn Ataillah, kepada ayah dan
guru saya Kiai Abdullah Rifai, dan ibu saya
Nyai Salamah.
Mari kita mulai ngaji Hikam seri yang ketiga.
----------------------------





NGAJI HIKAM #3
BISAKAH KITA MENEMBUS TEMBOK TAKDIR?

Syekh Ibn Ataillah berkata:

ُﻖِﺑﺍَﻮَﺳ ِﻢَﻤِﻬﻟﺍ َﺭﺍَﻮْﺳﺃ ُﻕِﺮْﺨَﺗ َﻻ ﺭﺍَﺪْﻗﻷﺍ
Sawabiq al-himam la takhriqu aswar al-aqdar.
Terjemahannya: Kehendak kuatmu yang sudah
engkau tetapkan lebih dahulu, tak akan bisa
melubangkan atau menembus tembok-tembok
kepastian (taqdir) yang sudah ditentukan
Tuhan.
Kebijaksanaan Syekh Ibn Ataillah ini bisa
dipahami secara awam, bisa juga secara
khusus/mistik.

KAJIAN KITAB HIKAM 2

Artikel ini saya copas dari fp Kang Ulil Abshar Abdalla di facebook, semoga barokah....


ALLOHUMMA SHOLLI ALA MUHAMMAD WA SALLIM
Ulil Abshar-Abdalla


NGAJI HIKAM #2


Bismillahirrahmanirrahim

Mari, sebelum ngaji kita mulai, kita hadiahkan Al-Fatihah kepada pengarang Kitab Hikam Syekh Ataillah, kepada ayah dan guru saya Kiai Abdullah Rifai, dan kepada ibu saya Nyai Salamah.

Mari kita mulai Ngaji Hikam untuk seri kedua.
---------------------


MANUSIA KAMAR ATAU MANUSIA SOSIAL


Ibn Ataillah berkata:

Iradatuka al-tajrid ma’a iqamatillahi iyyaka fil asbab min al-syahwah al-khafiyyah. Wa iradatuka al-asbab ma’a iqamatillahi iyyaka fi al-tajrid inhitat ‘an al-himmah al-‘aliyyah.

Terjemahannya: Kehendakmu untuk tajrid (mengisolir diri, tidak melakukan usaha), sementara Tuhan menempatkanmu pada maqam seorang yang harus berusaha, itu adalah sebentuk syahwat atau kesenangan nafsu yang tersembunyi.
Sebaliknya, kehendakmu untuk ikut-ikutan berusaha, padahal Tuhan memberimu maqam sebagai orang yang seharusnya tajrid, itu adalah sebentuk kemerosotan kelas.

Kebijaksanaan Ibn Ataillah ini bisa dipahami secara awam, bisa juga secara khusus.


Saturday, 17 October 2015

KAJIAN KITAB HIKAM 1

Tulisan saya kali ini saya copas dari fp kang Ulil Abshar-Abdalla di facebook...


Bismillahi-rrahmani-rrahim...

NGAJI HIKAM #1


USAHA PENTING, TETAPI BUKAN SEGALA-GALANYA



Syekh Ibn Atailllah berkata: Min ‘alamat al-i’timad ‘ala al-‘amal, nuqshan al-raja’ ‘inda wujud al-zalal

Terjemahan: Tanda seseorang bergantung pada amal dan karyanya adalah bahwa dia akan cenderung pesimis, kurang harapan manakala dia mengalami kegagalan atau terpeleset.

Ini kebijaksanaan yang mendalam. Bisa dipahami dalam pengertian “khusus” menurut para ahli mistik/tasawwuf. Atau dipahami secara awam. Pengertian awam. Saya akan mulai dengan pemahaman yang awam dulu.