Kamis, 16 Oktober 2014

RUH

Ruh terbagi ke dalam 4 bagian :

(1) Ruh Al-Qudsi (ruh termurni), yaitu ruh yang berada di alam lahut atau alam ma’rifat atau alam tertinggi. Ruh ini adalah hakikat manusia yang disimpan di dalam lubuk hati. Keberadaannya akan diketahui dengantaubat dan talqin kalimat “Laa Ilaaha Illalloh”. Ruh ini dinamakan oleh ahli Tashowuf sebagai bayi ma’nawi (thiflulma’ani). Ruh inilah yang senantiasa akan mampu berhubungan dengan Alloh Swt sedangkan badan atau jasmani ini bukan mahromnya bagi Alloh. Ruh Al-Qudsi telah Alloh tempatkan di dalam rasa (sirri).

Alatnya adalah ilmu hakikat, yaitu ilmu tauhid. Amalannya adalah mudawamah nama-nama Tauhid dengan lisan sir tanpa suara dan huruf. Siapapun tidak ada yang mampu melihat/menelitinya kecuali Alloh.

Adapun keuntungannya yaitu keluarnya tiflul ma’ani, musyahadah serta terarah dan melihat kepada zat Alloh dalam keagungan-Nya dan dalam keindahan-Nya denganpenglihatan sirri

.
(2) Ruh Sulthon, adalah ruh yang memiliki lapisan (balutan cahaya) di alam jabarut. Tempat ruh ini adalah fuad (mata hati). Alatnya adalah ma’rifat dan amalannya adalah mudawamah asma Alloh dengan lisan dan hati (qolbu). Adapun keuntungan pengolahan dari ruh sultani adalah melihat pantulan “Jamalillah” (keindahan Alloh). Tempatnya adalah di sorga ketiga yaitu sorga firdaus.

(3) Ruh Sairani Rawani (ruh ruhani), adalah ruh yang memiliki lapisan (balutan cahaya) di alam malakut. Tempatnya adalah hati (qolbu). Alatnyaadalah mudawamah asma’ul bathin tanpa suara dan huruf, hasilnya adalah ma’rifat kepada Alloh Swt, ilmu bathin, memperoleh ketenangan did lam bergaul, hidupnya hati dan musyahadah di alam malakut (seperti menyaksikan sorga dan ahlinya dan malaikat-malaikatnya). Tempatnya di akhirat adalah sorga tingkat ke dua yaitu sorga na’im.

(4) Ruh Jismani, adalah ruh yang memiliki lapisan (balutan cahaya) di alam mulki (alam terendah bagi ruh). Ruh jismani Alloh telah tempatkan di dalam jasad antara daging dan darah tepatnya di wilayah dada dan anggota badan yang zahir. Alat untuk mengolahruh ini adalah syari’at, hasilnya adalah wilayah (pertolongan Alloh), mukasyafah (terbukanya hijab antara manusia dengan Alloh), dan musyahadah (merasa berhadap-hadapan dengan Alloh) begitupula karomatul kauniyah pada martabat kewalian seperti ; berjalan di atas air, terbang di udara, menyingkat jarak, mendengar dari jauh, melihat rahasia badan dsb. Keuntungan di akhirat akan ditempatkan di sorga ma’wa.

Sabtu, 27 September 2014

UJIAN

Seorang anak muda datang pada ibunya dan mengeluh soal banyak permasalahan dalam kehidupannya.

Namun betapa kagetnya dia karena ternyata ibunya diam saja seolah tidak ingin mendengarkan. Bahkan sang ibu kemudian malah masuk ke dapur, sementara anaknya terus bercerita danmengikutinya.

Sang ibu lalu memasak air. Setelah sekian lama, air mendidih. Sang ibu menuangkan air panas mendidih itu kedalam 3 gelas yang telah disiapkan.

Di gelas pertama ia masukkan TELUR.

Di gelas kedua, ia masukkan WORTEL.

Dan di gelas ketiga, ia masukkan SUSU.

Setelah menunggu beberapa saat, ia mengangkat isi ketiga gelas tadi, dan hasilnya:

WORTEL yang KERAS menjadi LUNAK,
TELUR yang mudah PECAH menjadi KERAS,
SUSU menjadikan air beraroma HARUM.

Lalu sang ibu menjelaskan: “Nak, berbagai masalah dalam hidup itu bagaikan AIR YANG SEDANG MENDIDIH.

Masalahnya adalah bagaimana sikap kita itulah yang akan menentukan dampaknya.

Kita bisa menjadi:melembek seperti wortel, mengeras seperti telur, atau harum seperti air susu.

Jadi, wortel dan telur bukan mempengaruhi air … mereka malah berubah oleh air,

Sedangkan susu malah mengubah air dan membuatnya menjadi harum.

”Dalam tiap masalah, selalu tersimpan mutiara Iman yang berharga"

Sangat mudah untuk bersyukur pada saat keadaan baik-baik saja, tapi apakah kita dapat tetap percaya saat pertolongan Allah seolah tidak kunjungdatang?

Hari ini kita belajar ada 3 reaksi orang saat masalah datang.

Ada yang menjadi lembek, suka mengeluh, dan mengasihani diri sendiri.

Ada yang mengeras, marah dan berontak pada Allah.

Ada juga yang justru semakin harum, menjadi semakin kuat dan percaya padaNYA.

Ada kalanya Allah sengaja menunda pertolonganNYA

Apa tujuannya? Agar kita belajar percaya dan setia!

Karena tidak pernah ada masalah yang tidak bisa Allah selesaikan..

Selasa, 16 September 2014

TAKDIR

Copas dari fb : Kang Muslimin Abdul Azis

NISAN SANG PUJANGGA IX

=================

BENARKAH NASIB KITA TELAH DI TENTUKAN

Ada pertanyaan yang selalu menarik untuk dibahas
baik oleh para Filosof, Teolog ataupun orang awam seperti saya ini, pertanyaan itu adalah:

Benarkah segala sesuatu di Alam Semesta ini,
termasuk nasib Manusia telah ditentukan?

Pertanyaan tersebut menjadi menarik karena apapun jawabannya bisa membawa konsekuensi logis yang cukup signifikan untuk mempengaruhi fikiran, pemahaman bahkan perilaku manusia.

Lebih jauh bisa saja timbul.pertanyaan selanjutnya.

“Jika segala sesuatunya telah ditentukan, untuk apa saya beribadah kepada Tuhan?”

Atau pernyataan “Biar saja aku berbuat maksiat toh semua ini telah ditentukan Tuhan”.

Sikap tersebut timbul karena kita berfikir seolah-olah kita hanya
sebagai aktor yang memainkan peran, sedang cerita dan skenario telah ditentukan Tuhan.

Lebih ekstrim lagi adalah pernyataan: Kalau segala sesuatu telah ditentukan Tuhan, termasuk perilaku manusia, maka adalah tidak adil kalau nanti Tuhan meminta pertanggung jawaban atas perilaku manusia.

Pemikiran dan sikap seperti Ini perlu
diwaspadai karena dapat menjadikan manusia hidup apatis. Padahal sikap apatis seperti ini
sebenarnya tidak logis juga karena kita sesungguhknya kita tidak tahu apa dan bagaimana kita telah ditentukan.

Dalam Al-Quran, banyak ditemukan ayat-ayat mengenai hal tersebut, yang intinya semua kejadian
di Alam Semesta ini termasuk nasib manusia telah tertulis pada kitab yang nyata: Lauhul Mahfudz.

Ayat-ayat tersebut antara lain:
“.. dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak
jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering,
melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz)"
(6. Al An'aam:59)

Tiada sesuatupun yang ghaib di langit (singular) dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfdz).
(27. An Naml:75)

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan
telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfudz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya
yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
(57. Al Hadiid: 22)

Analisa Logis

Jika segala sesuatu yang di Langit dan di Bumi ini
tertulis di Lauhul Mahfudz, maka awal kejadian dan
akhir Alam Semesta ini juga tertulis di kitab induk tersebut.

Karena kejadian Alam Semesta ini dimulai pada dentuman besar Big-Bang, bersama terbentuknya Ruang-Waktu. Ini membawa konsekuensi logis bahwa Luhul Mahfudz diluar Ruang-Waktu.

Diluar Ruang-Waktu, khususnya
diluar Waktu berarti tidak ada konsep Sebelum, Sesudah, Dulu, Sekarang dan Akan Datang, semua
tidak ada bedanya.

Dari logika tersebut kita dapat menarik kesimpulan bahwa semua kejadian di Alam Semesta termasuk
Takdir Manusia ‘Sudah’ tertulis di Lauhul Mahfudz,

namun kita perlu sadari bahwa kitab tersebut diluar Ruang-Waktu maka pada hakikatnya kata ‘Sudah’
tersebut menjadi tidak ada artinya lagi.

Kalaupun dipaksakan untuk me-Waktukan Lauhul Mahfudz
pengertiannya bisa menjadi : Takdir kita sebenarnya sudah, sedang, dan sekaligus akan tertulis di Lauhul Mahfudz.

Jadi pada hakekatnya manusia punya Kebebasan Memilih kemana Takdir-nya akan mengalir,

sedangkan apa yang akan didapatkannya nanti adalah Mutlak kehendak Tuhan.

Apapun pilihannya dan apapun yang akan didapatkannya nanti,
sebenarnya juga ‘Sudah’ tertulis pada kitab yang nyata, Lauh Mahfudz.

Sebenarnya dalam kehidupan ini kita selalu dihadapkan pada banyak pilihan, misalnya ada pilihan yang mudah dan menyenangkan namun
dilarang Tuhan, sebaliknya ada pilihan susah dan mendaki namun itulah yang dikehendaki Tuhan.

Mana jalan takdir yang akan dipilih adalah Kehendak Bebas manusia, bagaimana pilihan tersebut diusahakan adalah Kehendak Terbatas manusia, terbatas karena masih tergantung pada banyak faktor yang diluar kuasa manusia,

Sedangkan apapun hasil pilihan dan usaha manusia tersebut adalah Kehendak Mutlak Tuhan.

Jadi benarlah kata ungkapan yang sering kita dengar : Manusia hanya bisa berusaha, Tuhanlah yang menentukan.

Atas pilihan dan usahanya itulah
nanti, Tuhan minta pertanggungjawaban manusia
-

Senin, 15 September 2014

SUKSES

sukses itu tidak selalu berarti mendapat piala atau pujian, meski tak ada salahnya jika kita mendapatkan keduanya.

Hanya saja itu semua bukan kriteria dari sukses itu sendiri. Karenanya tak jarang orang kemudian
sulit menemukan kesuksesan-kesukses an yang pernah diraihnya.

Secara sederhana sukses adalah bagaimana kita keluar dari comfort zone kita dan mencoba menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dengan
definisi ini Anda akan melihat begitu banyak kesuksesan yang bisa Anda lihat pada diri Anda.

Kalau kemarin Anda baru bisa membantu satu orang, hari ini Anda bisa membantu dua dan besok Anda bisa membantu lebih banyak lagi,
maka anda sukses.

Dengan perasaan yang positif mengenai kesuksesan yang pernah Anda raih,
maka Anda akan merasa semakin sukses dan semakin percaya diri dengan cita-cita, visi dan misi hidup Anda.

Jumat, 22 Agustus 2014

CINTA SEJATI

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ..

Aku bertanya pada alam semesta tentang arti “CINTA”, lalu
satu demi satu mereka menjawab : ..

Bumi menjawab : ..
“CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang diinjak dan dihinakan, tetapi ia tak peduli. Pikir Cinta hanya memberi, dan itu sajalah inginnya.”

Air menjawab : ..
“CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan, kerelaan akan keterikatan, kerinduan dan kesenduan, atau samudera kasih yang luas sebagai naungan segala perasaan

Api menjawab : ..
“CINTA adalah panas yang membakar segala, ia memusnahkan untuk dapat hidup dan menyala.
Demi merasakannya, makhluk rela terbakar dalam amarah dan kedurhakaan.”

Angin menjawab : ..
“CINTA adalah hembusan yang menebar sayang tanpa tahu siapa tujuannya. Orang bilang ia buta, sebab itu inginnya. Ia tak terlihat, tapi tanpanya segala rasa akan hampa.”

Langit menjawab : ..
“CINTA adalah luasan tanpa batas. Luasnya tiada makhluk yang tahu. Kecuali bahwa cinta itu bahagia yang biru, atau derita kelam yang
kelabu."

Matahari menjawab : ..
“CINTA adalah hidup untuk memberi energi kehidupan dan cahaya harapan. Ia tak akan lelah memberi sampai ia padam dan mati.”

Pohon menjawab : ..
“CINTA adalah akar yang menopang segalanya.
Ia tulus hingga tak perlu terlihat dan dikenal.
Tapi ia terus memberi agar batang bahagia tetap kokoh abadi, berbuah dan berbunga indah.”

Gunung menjawab : ..
“CINTA adalah rasa yang menjulang tinggi.
Rasa itu demikian tenang dan menyejukkan.
Namun saat gundah, Ia akan meleburkan sekelilingnya dengan lautan lava cemburu yang membara.”

Lalu, Aku bertanya pada CINTA : ..
Wahai CINTA, apakah sebenarnya arti dirimu ?”

CINTA menjawab : ..

“CINTA adalah engkau patuh terhadap Allah,
meski kau tak melihat-Nya. Engkau tidak mencium-Nya atau meraba-Nya, tapi engkau patuh karena engkau merasa akan hadir-Nya.
Sebab CINTA bukan indera, tapi adalah rasa.”

“CINTA adalah engkau takut akan amarah-Nya,
dan takut jika Ia meninggalkanmu. Takut jika Ia tak menyukaimu lagi. Lalu engkau mencari-cari alasan untuk selalu dekat dengan-Nya, bahkan jika engkau harus menderita, atau yang lebih mengerikan dari itu.”

“CINTA adalah engkau menyimpan segala harapan pada-Nya dan tidak pada yang lain.
Engkau tidak mendua dalam harapan, dan demikian selamanya.

Cinta adalah engkau setia menjadi budak-Nya,
yang engkau hidup untuk-Nya dan mati untuk kesukaan-Nya akan dirimu, hidup dan mati untuk Dia.

Engkau berusaha sekerasnya agar
engkau diakui, hanya sebagai budak, sebagai hamba-Nya selalu disetiap waktu, setiap saat"

Subhanallah .. !

Copas dari fb <3