Minggu, 28 Juni 2015

APA YANG ANDA RASAKAN?

Alloh berfirman dalam hadis qudsiy :

“Wahai manusia! Barangsiapa berduka karena persoalan dunia, maka ia hanya akan kian jauh dari Allah, kian nestapa di dunia dan semakin menderita di akhirat.
Allah akan menjadikan hati orang tersebut dirundung duka selamanya, kebingungan yang tak berakhir, kepapaan yang
berlarut-larut dan angan-angan yang selalu mengusik ketenangan hidupnya.

Wahai manusia! Hari demi hari usiamu kian berkurang, sementara engkau tidak
pernah menyadarinya.

Setiap hari Aku datangkan rejeki kepadamu, sementara engkau tidak pernah memuji-Ku.

Dengan pemberian yang sedikit engkau tidak pernah mau lapang dada. Dengan
pemberian yang banyak, engkau tidak juga merasa kenyang.

Wahai manusia! Setiap hari Aku mendatangkan rejeki untukmu, sementara setiap malam malaikat datang kepada-Ku dengan membawa catatan perbuatan jelekmu.

Engkau makan dengan lahap rejeki-Ku,
namun engkau tak segan-segan pula berbuat durjana kepada-Ku.

Aku kabulkan jika engkau memohon kepada-Ku.

Kebaikan-Ku tak putus putus mengalir untukmu, namun sebaliknya catatan keburukanmu sampai kepada-Ku tiada henti.

Akulah pelindung terbaik untukmu, sedangkan engkau hamba terjelek bagi-Ku.

Kau raup segala apa yang Kuberikan untukmu. Kututupi kejelekan demi kejelekan yang telah kau perbuat secara terang-terangan.

Aku sungguh sangat malu kepadamu, sementara engkau sedikit pun tak pernah merasa malu kepada-Ku.
Engkau melupakan diri-Ku dan mengingat yang lain.

Kepada manusia engkau
merasa takut, sedangkan kepada-Ku engkau merasa aman-aman saja.

Kepada manusia engkau takut dimarahi, tetapi kepada murka-Ku engkau tak peduli”.

Rabu, 10 Juni 2015

RO'SUKA

Copas dari kiriman sahabat :

Saat Masjidil Haram penuh sesak, hingga orang duduk berdempet-dempet bahkan berjubel, seorang Arab seenaknya saja melangkah-
langkahi shof-shof. Kakinya
menyenggol kepada seorang haji asal Indramayu hingga kopiyahnya terjatuh.

Tentu saja Pak Haji yang ustadz pesantren itu jengkel bukan main sehingga tak tahan lagi untuk tidak memaki.

“Ro’suka!” teriaknya sengit. Artinya:
endhasmu!

Pak Haji sengaja membahasa arabkan makiannya dengan maksud
agar Si Arab mengerti kalau dimaki.

Tapi Si Arab kelihatan tidak ngeh sama sekali dan berlalu dengan cueknya.

Barulah Pak Haji sadar kalau makian “ro’suka” alias “endhasmu” itu tak berlaku di Arab.

Orang Arab memang tahu arti harfiyahnya, tapi tak tahu kalau itu adalah sebuah makian.

Pak Haji jadi geli sendiri dan terdorong untuk main-main dengan makian “ro’suka” itu.

Setiap ketemu orang Arab, sedikit-sedikit dia bilang, “Ro’suka!”.

Toh Si Arab nggak ngerti, pikirnya.

Siang itu, ketika sedang tergesa-gesa hendak keluar dari Masjid karena kebelet pipis, Pak Haji bertabrakan dengan orang Arab tinggi besar.

Ro’suka!” teriaknya spontan.

Tapi ia kaget bukan buatan ketika Si Arab malah membalas,

‘Ainuka!” (Matamu!)

Rupanya dia itu Arab dari Klego-Pekalongan...

Senin, 08 Juni 2015

SAAT TUHAN MENARIK PERHATIAN KITA


*oleh : Eko Jalu Santoso

Dikisahkan, seorang mandor bangunan yang sedang bekerja di sebuah gedung bertingkat, suatu ketika ia ingin menyampaikan pesan penting kepada tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya.

Mandor ini berteriak-teriak memanggil seorang tukang bangunan yang sedang bekerja di lantai bawahnya, agar mau mendongak ke atas sehingga ia dapat menjatuhkan catatan pesan.
Karena suara mesin-mesin dan pekerjaan yang bising, tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya tidak dapat mendengar panggilan dari sang Mandor.

Meskipun sudah berusaha berteriak lebih keras lagi, usaha sang mandor tetaplah sia-sia saja.

Akhirnya untuk menarik perhatian, mandor ini mempunyai ide melemparkan koin uang logam yang ada di kantong celananya ke depan seorang tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya.

Tukang yang bekerja dibawahnya begitu melihat koin uang di depannya, berhenti bekerja sejenak kemudian mengambil uang logam itu, lalu melanjutkan pekerjaannya kembali.

Beberapa kali mandor itu mencoba melemparkan uang logam, tetapi tetap tidak berhasil membuat pekerja yang ada di bawahnya untuk mau mendongak keatas.

Tiba-tiba mandor itu mendapatkan ide lain, ia kemudian mengambil batu kecil yang ada di depannya dan melemparkannya tepat mengenai seorang pekerja yang ada dibawahnya.

Karena merasa sakit kejatuhan batu, pekerja itu mendongak ke atas mencari siapa yang melempar batu itu.

Kini sang mandor dapat menyampaikan pesan penting dengan menjatuhkan catatan pesan dan diterima oleh pekerja dilantai bawahnya.

Sahabat yang baik, untuk menarik perhatian kita manusia sebagai hambaNya, Allah seringkali menggunakan cara-cara yang menyenangkan, maupun kadangkala dengan pengalaman-pengalaman yang menyakitkan.

Allah seringkali menjatuhkan “koin uang” atau memberikan kemudahan rejeki yang berlimpah kepada kita manusia, agar mau mendongak keatas, mengingatNya, menyembah-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan lebih banyak bersyukur atas rahmat-Nya.

Tuhan seringkali memberikan begitu banyak berkat, rahmat dan kenikmatan setiap harinya kepada kita manusia, agar kita mau menengadah kepada-Nya dan bersyukur atas karunia-Nya.

Namun, sayangnya seringkali hal itu tidak cukup membuat kita manusia untuk mau mendongak keatas, mengingat kebesaran-Nya, menengadah kepada-Nya, mengagungkan nama-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya.

Karena itu, kadang-kadang Tuhan menggunakan pengalaman-pengalaman menyakitkan, seperti musibah, kegagalan, rasa sakit, kelaparan dan berbagai pengalaman menyakitkan lainnya untuk menarik perhatian manusia agar mau mendongak keatas.

Menarik perhatian untuk mau menengadah kepada-Nya, menyembah kepada-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya.

Dengan demikian, pengalaman-pengalaman menyakitkan yang kadang kala diterima manusia, hendaknya diterima sebagai peringatan dari Tuhan untuk menarik perhatian kita.

Hendaknya hal itu membuat kita semakin mempererat hubungan dengan Allah atau “habl min Allah.” Hendaknya hal itu mengajarkan kita untuk mengakui kebesaran dan kekuasaan Allah, dan menyadarkan kita adalah makhluk-Nya yang sangat lemah dan tidak berdaya.

Sahabat yang baik, sudah begitu banyaknya rahmat dan berkah Allah senantiasa mengalir setiap detiknya kepada kita semua manusia.

Seperti memiliki pekerjaan yang baik, memiliki kesehatan yang kita rasakan, kelengkapan panca indra yang menopang kehidupan kita, mendapatkan rejeki yang kita nikmati setiap hari, keluarga yang bahagia yang kita miliki dan lain sebagainya

Semua itu sesungguhnya adalah rahmat dan berkah dari Allah SWT yang tak ternilai harganya.

Kini apakah Anda akan segera menengadahkan wajah kepada-Nya, ataukah menunggu Allah menjatuhkan “batu” kepada kita ?.

http://www.ekojalusantoso.com

Kamis, 16 Oktober 2014

RUH

Ruh terbagi ke dalam 4 bagian :

(1) Ruh Al-Qudsi (ruh termurni), yaitu ruh yang berada di alam lahut atau alam ma’rifat atau alam tertinggi. Ruh ini adalah hakikat manusia yang disimpan di dalam lubuk hati. Keberadaannya akan diketahui dengantaubat dan talqin kalimat “Laa Ilaaha Illalloh”. Ruh ini dinamakan oleh ahli Tashowuf sebagai bayi ma’nawi (thiflulma’ani). Ruh inilah yang senantiasa akan mampu berhubungan dengan Alloh Swt sedangkan badan atau jasmani ini bukan mahromnya bagi Alloh. Ruh Al-Qudsi telah Alloh tempatkan di dalam rasa (sirri).

Alatnya adalah ilmu hakikat, yaitu ilmu tauhid. Amalannya adalah mudawamah nama-nama Tauhid dengan lisan sir tanpa suara dan huruf. Siapapun tidak ada yang mampu melihat/menelitinya kecuali Alloh.

Adapun keuntungannya yaitu keluarnya tiflul ma’ani, musyahadah serta terarah dan melihat kepada zat Alloh dalam keagungan-Nya dan dalam keindahan-Nya denganpenglihatan sirri

.
(2) Ruh Sulthon, adalah ruh yang memiliki lapisan (balutan cahaya) di alam jabarut. Tempat ruh ini adalah fuad (mata hati). Alatnya adalah ma’rifat dan amalannya adalah mudawamah asma Alloh dengan lisan dan hati (qolbu). Adapun keuntungan pengolahan dari ruh sultani adalah melihat pantulan “Jamalillah” (keindahan Alloh). Tempatnya adalah di sorga ketiga yaitu sorga firdaus.

(3) Ruh Sairani Rawani (ruh ruhani), adalah ruh yang memiliki lapisan (balutan cahaya) di alam malakut. Tempatnya adalah hati (qolbu). Alatnyaadalah mudawamah asma’ul bathin tanpa suara dan huruf, hasilnya adalah ma’rifat kepada Alloh Swt, ilmu bathin, memperoleh ketenangan did lam bergaul, hidupnya hati dan musyahadah di alam malakut (seperti menyaksikan sorga dan ahlinya dan malaikat-malaikatnya). Tempatnya di akhirat adalah sorga tingkat ke dua yaitu sorga na’im.

(4) Ruh Jismani, adalah ruh yang memiliki lapisan (balutan cahaya) di alam mulki (alam terendah bagi ruh). Ruh jismani Alloh telah tempatkan di dalam jasad antara daging dan darah tepatnya di wilayah dada dan anggota badan yang zahir. Alat untuk mengolahruh ini adalah syari’at, hasilnya adalah wilayah (pertolongan Alloh), mukasyafah (terbukanya hijab antara manusia dengan Alloh), dan musyahadah (merasa berhadap-hadapan dengan Alloh) begitupula karomatul kauniyah pada martabat kewalian seperti ; berjalan di atas air, terbang di udara, menyingkat jarak, mendengar dari jauh, melihat rahasia badan dsb. Keuntungan di akhirat akan ditempatkan di sorga ma’wa.